Bung Karno Sang Arsitek

IDENTITAS BUKU
bung-karno-sang-arsitekJudul: Bung Karno Sang Arsitek
Penulis: Yuke Ardhiati
Tebal: 368 halaman
Diresensi oleh
Soniya Mayasari
SINOPSIS
Buku ini mengkaji hal-hal artistik karya arsitektur, tata ruang kota, interior, kria, simbol, busana dan teks pidato yang hadir sebagai alam bawah sadar atau mentalite Soekarno, Sang Proklamator, Kepala Negara dan sekaligus seorang arsitek.
Yuke Ardhiati menyampaikan lima hal pokok Soekarno sebagai seorang tokoh:
  1. Pemetaan budaya multikultur Soekarno di tengah struktur masyarakat dan mengungkapkan mentalite artistik yang mendorong tindakannya merancang.
  2. Merekonstruksi karya arsitektural Soekarno yang terdiri dari arsitektur, tata ruang kota, interior dan kria dalam kurun waktu 1926-1965.
  3. Mengungkapkan makna yang terkandung dalam karya arsitektural dan non-arsitektural seperti simbol padma, busana dan teks pidato.
  4. Melakukan kajian etik dan estetik terhadap karya arsitektural Soekarno.
  5. Menyimpulkan mentalite yang terkandung dalam alam pikiran Soekarno.
Salah satu karakter Soekarno terhadap Indonesia terwujud dalam bentuk romantisme yang sifatnya “romantisme revolusi” yaitu jiwa yang cenderung mengharapkan sesuatu yang lebih baik dan indah, diwujudkan dalam ekspresi seni rupa dan simbol seperti eksistensi Sang Saka Merah Putih dengan rancangan tiang beton yang indah di Istana Merdeka yang dirancang akhir tahun 1949.
Kesan romantisme itu diungkap juga oleh anaknya Guntur pada saat persiapan upacara 17 Agustus. Ketika Bapak hendak membuka kotak bendera, suasana kurasakan menjadi hening sekali dan wajah Bapak tampak berubah kemerah-merahan menahan emosi dengan mata yang berkaca-kaca. Mula-mula kain kuning penutup kotak yang diangkat dan diletakkannya di samping kotak; dari ujung korsi panjang aku pun menggeser dudukku mendekati Bapak karena ingin melihat bendera pusaka Republik Indonesia dari dekat sebelum ia mengangkasa pada tanggal 17 Agustus. Sambil mengucap Bismillaahirrahmaanirrahiim Bapak kemudian memasukkan anak kunci ke dalam lubangnya dan membukanya. Ketika kotak sudah dibuka terlihatlah sebuah bendera merah putih yang sudah tua terlipat rapi di dalam kotak dengan warna yang sudah luntur.
KEUNGGULAN
  • Kajian dalam buku ini dilengkapi dengan 150 lebih gambar/foto hitam-putih sebagai ilustrasi, 37 halaman yang memuat ratusan daftar sumber referensi, dilengkapi pengantar oleh Edi Sedyawati serta catatan penutup oleh arsitek Han Awal dan Slamet Wirasonjaya.
KEKURANGAN
  • Gambar yang ada dalam buku ini tidak berwarna, agak buram, dan ada yang hampir tidak kelihatan. Jenis kertas yang digunakan juga kurang bagus.
KEBERMANFAATAN
  • Dengan membaca buku ini, kita dapat mengetahui lima hal pokok Soekarno sebagai seorang tokoh, mengetahui karakter dari Sang pejuang kita terhadap Negara Indonesia.
  1. iqbal
    23 September 2009 pukul 8:38 PM | #1

    Gak tau q.. Tanya aja langsung ke peresensinya, Soniya M. Temui dia di facebook.

  2. ahmad
    23 September 2009 pukul 3:23 PM | #2

    masih ada bukunya ?
    dmana ? brapa?

  1. Belum ada trackback.