Dealova
IDENTITAS BUKU
Judul: DealovaPengarang: Dyan Nuranindya
Penerbit: AQWAM Jembatan Ilmu
Cetakan: 1, 2005
Tebal: 152 halaman
Ukuran: 11,5 x 19 cm
Diresensi oleh
^_^
Eviana
DS
^_^
Eviana
DS
^_^
SINOPSIS
Dealova adalah sebuah film drama yang diproduksi pada tahun 2005 oleh rumah produksi Flix Pictures. Skenario film ini ditulis oleh Hilman Hariwijaya yang diadaptasi diadaptasi dari novel teenlit (literatur remaja) best seller karya Dyan Nuranindya yang berjudul sama. Dibintangi oleh Evan Sanders, Ben Joshua, Jessica Iskandar. Sentral cerita ini adalah seorang siswi cantik dari SMU Persada bernama Karra. Di sekolah, Karra dikenal sebagai sosok yang cukup pintar, nakal, dan jago basket. Sementara itu, di rumah, ia dikenal sebagai sosok yang manja sekaligus “cuek”. Kehidupan di sekolah dan di rumah inilah yang membawa Karra masuk dalam kehidupan dua pria yakni Dira dan Ibel.
Dira yang jago basket pertama kali dikenal Karra di sekolah. Perkenalan mereka diawali dari sebuah lapangan basket. Sedangkan, Ibel yang jago gitar pertama kali dikenal Karra di rumah Karra. Ibel adalah teman kuliah sekaligus sahabat karib abang Karra, Iraz. Lewat karakter dan cara berbeda, Dira dan Ibel berusaha menyampaikan rasa kasihnya pada Karra.
Bagi Karra, Dira yang sering ketus, galak, dan kurang ajar seolah selalu ingin menyakiti dirinya ternyata lebih menarik perhatiannya ketimbang Ibel yang penuh perhatian dan senantiasa berupaya menyenangkannya. Tak heran, bila akhirya Dira dipilih Karra menjadi pacarnya. Untuk itu, Ibel pun harus berbesar hati terhadap pilihan Karra. Hari-hari yang mereka lalui pun teramat berwarna-warni. Dira yang selalu on time dalam mlakukan segala ssesuatunya ternyata membuat hari Karra menjadi sedih, suatu hari ketika mereka berjanji untuk berlatih basket berdua, ternyata Karra terlambat hingga membuat Dira kesal karena menunggunya, dan tanpa disangka kata-kata kesal Dira justru memicu konflik antara mereka. Tetapi syukurlah konflik itu dapat diatasi dengan meluangkan waktu mereka berdua untuk sekedar mengelilingi alam ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa ini. Sayang, hubungan kasih Dira dan Karra tak melulu berjalan mulus. Saat keduanya bertekad untuk lebih saling menyayangi dan tak lagi saling menyakiti, Karra harus menghadapi sebuah kenyataan pahit, Dira tergolek tanpa daya di sebuah rumah sakit. Tanpa pernah mengelauh pada Karra, ternyata dibalik itu semua Dira mnegidap penyakit kanker otak stadium akhir. Ia selalu bersikap ketus pada Karra tidak lain dan tidak bukan karena Dira takun untuk jath cinta pada Karra serta ia tak ingin membuat hati Karra sedih karena mengingatnya. Pertemah terakhir Karra dengan Dira diwarnai tangisan, orang ua Dira yang tahu akan keberadaan Karra, segera mnejemputnya atas pesan Dira. Saat Karra datang dan mencoba untuk membangunkan Dira, saat itulah nafas Dira yang teraksir. Kesedihan pun menguasai hati Karra berbulan-bulan, hingga suatu ketika Abel. Orang yang ternyata mencintai Karra, berusaha meghiburnya dan mengajaknya unuk berlibur. Saat itulah, Karra menyadari bahwa Abel lah orang yang dapat membuat hatinya sedikit membaik kerana lepergian Dira.
Konflik dari cinta segitiga Dira, Karra, dan Ibel inilah yang menjadi hal dominan yang diekplorasi sutradara Dian W. Sasmita dalam “Dealova”. Konflik ini diwarnai dengan konflik-konflik lain sebagai “pendukung” mulai dari pertengkaran Karra dengan sahabat karibnya Finta (Nagita Slavina), Karra dengan abangnya Iraz, hingga perkelahian Dira dengan kelompok Aji.




Komentar Terakhir