Emoional Spiritual Quotient (ESQ)

IDENTITAS BUKU
emoional-spiritual-quotientJudul: Emoional Spiritual Quotient
Penulis: Ary Ginanjar Agustian
Penerbit: ARGA
Cetakan: 1, 2005
Tebal: 420 halaman
Ukuran: 23 x 16 cm
Diresensi oleh
^_^
Eviana
DS
^_^
SINOPSIS
Untuk meraih kemahligaian dunia-akhirat, maka syarat utama yang harus dipenuhi adalah upaya untuk menggapai posisi sebagai ‘Kekasih Tuhan’. Dan agar dapat menjadi kekasih-Nya dibutuhkan kekuatan kokoh iman-islam-ihsan, dalam ESQ (Emotional Spiritual Quotient)-lah, tiga kekuatan itu dapat berkolaborasi secara sinergi. Buku ESQ juga dapat memberikan pencerahan dan mudah dicerna dalam melakukan transformasi ke-Islaman dari Tekstual ke Kontekstual, dan dari sebuah ide (gagasan) menuju operasional.
Hati nurani akan menjadi pembimbing terhadap apa yang harus ditempuh dan apa yang harus diperbuat. Artinya, setiap manusia sebenarnya telah memiliki radar hati sebagai pembimbing. Menurut HS Habib Adnan, kebenaran Islam senantiasa selaras dengan suara hati manusia. Dengan demikian, agama Islam adalah agama fitrah yang sesuai dengan kebutuhan dan dibutuhkan manusia. Maka seluruh ajaran Islam merupakan tuntunan suara hati manusia. Namun memegang teguh kata hati nurani merupakan tantangan hidup yang perlu dipertimbangkan serta dikembangkan agar mampumenghadapi perubahan kehidupan yang demikian cepat dan dinamis dewasa ini. Jadi, agama islam pada hakikatnya mampu menjadi landasan bagi pembangunan kecerdasa emosi dan spiritual, di mana suara hati menjadi landasan serta pusatnya.
Dalam buku ESQ ini juga menjelaskan bahwa, orang yang memiliki kecerdasan otak, memiliki gelar tinggi, belum tentu sukses berkiprah di dunia pekerjaan. Seringkali justru yang berpendidikan ormal lebih rendah, banyak yang ternyata mampu lebih berhasil. Kebanyakan program pendidikan hanya berpusat pada kecerdasan akan (IQ), padahal diperlukan pula bagaimana mengembangkan kecerdasan emosi seperti: ketangguhan; inisiatif; optimisme; kemampuan beradaptasi. Kemampuan akademik, nilai rapor, predikat kelulusan pendidikan tinggi tidak bisa menjadi olak ukur seberapa baik kinerja seseorang dalam pekerjaannya atau seberapa tinggi sukses yang mampu dicapai. Menurut makalah McClealand dijelakan bahwa seperangkat kecakapan khusus sepeti: empati; disiplin diri; dan inisiaif; akan membedakan antara mereka yang sukses menjadi bintang kinerja dengan yang hanya sebatas bertahan di lapangan pekerjaan. Serta menurut hadis yang diriwayatkan oleh HR Muslim, Nabi Muhammad menyatakan: “Dosa membuat hati gelisah”. Sederhananya ESQ adalah kemampuan untuk merasa. Kunci kecerdasan emosi Anda adalah pada kejujuran suara hati Anda. Suara hati itulah yang seharusnya dijadikan prinsip yang mampu memberikan rasa aman, pedoman, kekuatan serta kebijaksanaan.
Sedangkan kecerdasan spiritual (SQ), merupakan temuan terkini secara ilmiah, merupakan temuan terkini secara ilmiah. Bukti adanya SQ, adalah oleh ahli saraf VS Ramachandran dan timnya dari California University, yang menemukan eksistensi God Spot dalam otak manusia-telah built in sebagai pusat spiritual (spiritual center) yang terletak diantara jaringan saraf dan otak. Jadi, kecerdasan spiritual adalah kemampuan untuk memberi makna spiritual terhadap pemikiran, perilaku dan kegiatan, serta mampu menyinergikan IQ, EQ, dan SQ secara komprehensif. Jadi, selain EQ dan IQ, juga ada SQ yang senantiasa memberikan peran penting dalam kehidupan kita.
Selain itu, banyak manusia di antara kita yang tak mempunyai motivasi sehingga dalam kehiduannya, mereka tak pernah mencapai tujuan maksimum atau bahkan ada yang tak pernah tahu apa tujuan hidupnya. Buku ini juga memberikan kita pengetahuan tentang dari mana kita dapat emperoleh sumber motivasi sehingga hidup kita pun menjadi lebih berwarna. Matahari, bulan dan bintang adalah ciptaan Tuhan yang luar biasa. Kebesaran, keagungan, dan kesempurnaan terlihat begitu nyata. Tuhan Sang Pencipta itu pula yang menciptakan manusia, dengan melihat keagungan dan kebesaran ciptaannya, tentu Sang Maha Pencipta tidak ingin ciptaan lainnya yaitu manusia menjadi hina, Ia menciptakan manusia dengan sempurna. Ia ingin agar manusia menjadi wakilnya di dunia itu juga menjadi mulia. Dalam diri manusia sudah memiliki sifat selalu ingin indah, dan ingin selalu mulia. Inilah hakikat jiwa yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa, yang menjadi modal dasar keberhasilan, maka pergunakanlah energi ersebut-suara-suara hati itu. Bercita-citalah besar dan berpikirlah maju, Anda tak diciptakan untuk menjadi orang kalah, namun Anda diciptakan sebagai Wakil Allah di muka bumi ini untuk memberikan kemajuan dan kesejahteraan. Setiap langkah yang Anda buat di permukaan bumi ini, haruslah merupakan langkah-langkah kemenangan. Jadi, ingatlah Allah SWT berada sedekat urat nadi Anda. Ia tak pernah ingin Anda jatuh, namun Ia ingin Anda berhasil. Ia senantiasa mendampingi Anda, dengan suara-suara hati yang merupakan pengejawantahan sifat-sifat-Nya. Maka janganlah pernah berputus asa apabila anda gagal karena sesungguhnya masih banyak ilmu Allah yang belum Anda ketahui.
  1. Dede
    6 Desember 2009 pukul 9:00 PM | #1

    Keunggulan sama kelemahannya ini buku apa ya..??

  1. Belum ada trackback.