Ketika Cinta Tak Mau Pergi
IDENTITAS BUKU
Judul: Ketika Cinta Tak Mau PergiPenulis: Nadhira Khalid
Penerbit: Lingkar Pena Publishing House
Cetakan: I, Oktober 2007
Tebal: 312 halaman
Diresensi oleh
Soniya Mayasari
SINOPSIS
Novel ini tentang kawin lari yang disahkan jika sepasang sejoli hendak menikah tapi tidak direstui orangtua, pembolehan pernikahan bila calon mempelai telah dibawa memasuki wilayah desa pihak lelaki, tradisi midang yang diam-diam dipantau orangtua wanita, sampai kebiasaan orang Sumbawa menggembalakan ternak dengan melepaskannya begitu saja meski mencari makan di ladang orang lain dan tanggung jawab seorang anak sulung dalam keluarga Sasak.
Setiap karakter menciptakan kesan mendalam bagi saya. Lalu Kertiaji yang membuat gemas karena begitu rapuh digerogoti cinta, Lalu Ratmaji yang tegas dan dewasa, Japa si pemuda serakah, Sahnim yang malang, termasuk dukun Sipah yang rela menolong pasien tanpa imbalan dan Ismuhadi yang membenci bangsawan karena masa kecilnya yang pahit. Jangan bayangkan KCTMP sebagai romansa melankolis ala Romeo dan Juliet. Cinta bukan sajian utama Nadhira Khalid. Porsi lebih besar diberikan pada persoalan sosial di Lombok dan Sumbawa, berikut adat-istiadat dan sikap manusia.
Saya gemas dan turut terhanyut pedih kala Acing merampok dua kerbau andalan keluarga Lalu Batarpi, kagum pada kepala keluarga yang menolak menyerah pada nasib atau berlaku curang dengan tetap menerima beras jatah transmigran sekalipun meninggalkan lahan, terpukau oleh hubungan rumit Ruslan dan Sumenep, juga larut dalam ulang-alik kehidupan Lalu Kertiaji yang berupaya menggapai kebahagiaan dan tidak larut dalam cintanya yang kandas.
Terasa benar pesan dalam novel ini, bahwa cinta jangan sampai membuat kita lupa diri pada kewajiban dan berbuat hal-hal yang bodoh. Antara lain hal itu tersirat dalam teguran keras Lalu Wirehadi pada keponakannya, “Panggilan perasaan cinta tak harus selalu dituruti. Terutama kalau perasaan itu menjerumuskanmu dalam kehinaan.”. “Dan kau tahu, perbuatamu itu tak lain adalah nafsu setan. Terlarang dalam agama. Berani kau sakiti hati amaqmu, aku yang akan membunuhmu.”
Cerita Lalu Kertiaji mengandung segenggam mutiara. Tentang harga diri manusia, lelaki, keluarga, dan jatuh bangun menciptakan keindahan hidup dengan landasan bersyukur serta berpijak pada kenyataan. Dalam tempo kurang dari dua hari, saya menuntaskan membaca sebab cinta tak mau pergi dari karya Nadhira Khalid ini
KEUNGGULAN
- Latar belakang budaya Sasak yang dihadirkan dalam novel ini sungguh
- mempesona. Judul manis yang didukung warna dominan merah muda, sesungguhnya Ketika Cinta Tak Mau Pergi lebih banyak menggulirkan cerita yang gangat menarik.
KEKURANGAN
- Namun sayangnya grafis yang ditampilkan berupa gambar hitam putih. Alangkah lebih baik apabila grafis tersebut berwarna.hehe
KEBERMANFAATAN
- Terasa benar pesan dalam novel ini, bahwa cinta jangan sampai membuat kita lupa diri pada kewajiban dan berbuat hal-hal yang bodoh.




Komentar Terakhir