Party Girls
IDENTITAS BUKU
Judul: Party GirlsPengarang: Raras Cynanthia
Penerbit: gagasmedia
Cetakan: 1, 2007
Tebal: iv + 164 halaman
Ukuran: 11,5 x 19 cm
Diresensi oleh
^_^
Eviana
DS
^_^
Eviana
DS
^_^
SINOPSIS
Masalah dalam hidup ini kayak lorong panjang-harus dilewati, gimanapun sulitnya. Tapi, bukan berarti karena ada masalah, kita jadi nggak nikmati hidup kan ? itulah yang kami lakukan: gu, Anggri, Dria, dan Yaya. Kami tahu caranya bersenang-senang, ngelupain beban hidup sejenak. WE LOVE PARTYYYYY!!! Orang-orang alim diluar sana rugi banget sampe ngelewati yang namanya Party. Bodoh! Dan, oh ya, tadi Anggri ngingetin, fun itu nggak lengakap tanpa V-a.ka rokok. Karena lo-lo pada nggak masuk klik kita, wajar aja sampe nggak tahu istilah itu. Secara kita geng popular, ya nggak ?
Malem ini pergantian tahun. Menunggu detik-detik peralihan ke tahun baru. Gue dan anak-anak janjian party male mini. Dandan heboh dan dance seru yang bikin cowok-cowok disana pada ngiler. He he he. Yu can see us but hey… are you good enough to get our attention???? If you’re good. Prove it ! kita tunggu di Manifesto.
Lesya, Anggri, Dria, dan juga Yaya, mereka adalah empat sahabat yang tak pernah melewatkan dunia malam hanya untuk dugem di diskotik-diskotik. Sebenarnya mereka bukan cewek cantik, tetapi keberanian serta kekayaan orang tua merekalah yang membuat mereka popular di Prezious, sekolah yang hanya digemari oleh anak-anak orang berduit. Keberanian mereka dalam berpenampilan merupakan salah satu daya tarik laki-laki SMA tersebut, rok yang mereka kenakan minimal 5 cm diatas lutut. Bahkan keberanian mereka untuk mencoba ‘V’ lah yang amat membuat mereka bangga akan dirinya sendiri. ‘V’ yang dimaksud mereka adalah rokok, mereka selalu menggunakan rokok saat istirahat, tepatnya di sebuah kamar mandi yang tak terpakai atau yang lebih akrab disebut dengan ‘Toilet Hantu’.
Lesya adalah anak dari seorang pengusaha serta pengacara wanita yang lumayan terkenal. Awalnya Lesya tumbuh selayaknya gadis pada umumnya, orang tua yang sayang dan perhatian padanya serta adik yang slalu membahagiakannya, tetapi 10 tahun belakangan ini keluarganya hancur berantakan, Papa yang lembut padanya berubah selayaknya orang yang tak mengenal Lesya serta Mama yang selalu ia banggakan pun berubah menjadi kasar. Semua itu terjadi karena Papa Lesya ternyata memiliki istri lain, yaitu sekertarisnya sendiri yang bernama Desi. Sejak iulah hari-hari Lesya diramaikan dengan pertengkaran kedua orang tuanya, tatkala akhirnya Lesya pun lebih senang mencari hiburan di luar bersama ketiga temannya, sampai-sampai ia terjerumus dalam dunia malam yang kejam seperti rokok serta alcohol.
Anggri adalah seorang cewek yang amat menggemari dunia sex atau dapat dijuluki sebagai ‘Mania Sex’. Ia hanya menganggap laki-laki sebagai mainan, serta orang yang selalu memberikannya uang setiap ia membutuhkannya. Reza, adalah pacar Anggri yang ke 16, sebenarnya bukan tak pernah mengingatkannya, tetapi nasihat teman-temannya iu selalu ia pikirkan sebagai angina dan ia selalu menganggap bahwa temannya hanya sirik padanya karena Reza sangat kaya. Reza adalah laki-laki yang putus sekolah dan hanya brgaul dengan preman-prman, ia juga bukan lelaki yang tampan, tetapi merupakan lelaki dibawah standard bagi Anggri.
Dria, sebenarnya gadis ini merupakan anak pintar. Ia selalu mendapatkan nilai pelajaran jauh diatas teman-temannya yang tak pernah serius unuk belajar. Tetapi karena keluarganya telah hancur berantakan, Papa yang seharusnya melindunginya justru hilang entah kemana, serta Mama yang ia sayangi pun sress dan menyendiri di sebuah desa terpencil. Selama ini ia hanya tinggal bersama kakak perempuannya, Videl. Bahkan apabila ada acara di sekolah, Videl lah yang selalu datang. Tetapi akhir-akhir ini Videl sring menggelapkan uang orang tua mereka, alasannya adalah untuk berbisnis berlian, walau bisnisnya itu selalu gagal dan telah menghabiskan ratusan juta, Videl tetap tak pernah putus asa. Hal itu tentu membuat Dria sangat marah.
Yaya, dia adalah seorang gadis tomboy yang hanya mengenal Basket sebagai akivitasnya. Karena salah didikan dari orang tuanya, Yaya tumbuh menjadi seorang gadis yang acuh, dan tak ernah memperhatikan orang lain. Kedua orang tuanya pun tak pernah memperhatikannya, Papa Yaya adalah seorang penjudi kelas kakap serta Mama nya adalah seorang wanita yang hobi main lelaki hidung belang. Tetapi Yaya tak pernah ambil pusing, ia malah menutupi kekurangan orang tuanya itu.
Besok malam merupakan malam pergantian tahun, keempat sahabat tersebut tengan mempersiapkan segala sesuatunya, mulai dari pakaian hingga dandanan mereka pun harus heboh agar dapat menarik perhatian lawan jenis di Manifesto. Saat tengah berbelanja di sebuah Mal, mereka berhenti sejenak untuk bercanda sembari makan malam, Sambil menikmati akan malam itu, mreka asyik mmamerkan barang belanjaannya, Dria serta Anggri sempat berdebat dngan jam tangan yang merka beli, keduanya tengah bersaing memamerkan jam tangan, sedang Yaya hanya memamerkan tank-top hitam yang dibelinya, Sedang lesya, ia membeli g-string hitam transparan, sontak hal tersebut membuat ketiga sahabatnya pun terkejut dan ramai mengejeknya. Tanpa disadari, Lesya mengatakan bahwa ia berjanji akan menjadi cewek yang gak virgin diantara teman-temannya itu, akhirnya mereka pun setuju.
Malam pergantian tahun baru pun tiba, Anggri memakai tube top cokelat, Yaya memakai mini dress Guess (setelah dipaksa ketiga temannya), Lesya memakai tank top hitam minimalis, dan Dria memakai kaos super ketat one shoulder. Mereka berempat memakai super mini skirt, pakaian wajib clubbing! tetapi yang tak disangaka, ternyata mereka hanya berpamitan pada Tante Anna, Mama Lesya, hendak pergi melihat konser. Kebohongan itu pun berjalan dengan mulus. Mereka hanya tertawa ria karena dapat membohongi Mama Lesya, setelah sampai di Manifesto, mereka mulai memperbaiki dandanannya dan keluar dengan percaya diri, dengan cepat mata laki-laki di Manifesto pun terhipnotis untuk memperhatikan keempat cewek tersebut. Sampai pada perjumpaan mereka dengan geng laki terpopuler di Prezious, mereka pun dugem bersama-sama. Tak disangka, keempat lelaki itu pun berniat memakai merka sebagai one night stand, awal yang sempurna ketika keempat lelaki itu menawari Lesya dkk alcohol, mereka pun mabuk-mabukan di sebuah sudut Manifesto. Lesya yang diikuti oaleh Ferro, ternyata diperlakukan tak sopan. Bibir Ferro langsung mendarat di bibir Lesya, sontak Lesya pun menampar dan meninggalkannya. Lesya pun menangis, first kiss yang selama ini ia jaga hanya untuk Zeco, lelaki yang amat ia sayangi ternyata telah direbut oleh Ferro. Sedang Anggri bersama Gustav tengah bersenang-senang di dalam kamar mandi, hingga pakaiannya lepas dan ia berantakan, Dria sontak menampar Gustav yang tega memperdaya Anggri yang tidak sadar. Akhirnya Dria yang satu-satunya tidak mabuk, membawa ketiga temannya itu untuk pulang ke rumah Lesya. Orang tua Lesya yang sibuk mencarinya pun terkejut, mereka memarahi Lesya dan ketiga temannya, tak sadar ternyata Mama lesya menampar anak tercintanya itu. Beruntung Dria yang sigap segera mengarang cerita yang membuat Mama Lesya memaafkan mereka.
Ternyata petualangan mereka tidak sampai situ saja, saat ada masalah Lesya pun kabur meninggalkan rumah dan menginap untuk sementara dirumah salah satu sahabatnya. Tetapi ketiga temannya malah sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Anggri yang selama ini care banget sama Lesya pun, tega meninggalkan Lesya direnungi banyak masalah, ia hanya sempat unuk berpacaran dan hobi berbohong demi mendapatkan harta Gustav dan Reza, tanpa pernah merasa bahwa ia tengah diperdaya oleh kedua lelaki hidung belang itu. Anggri hanya dijadikan pelampiasan nafsu kedua lelaki itu.
Suatu malam mereka menyempatkan diri untuk menemani kesendirian Lesy, mereak semua berenang di rumah Dria, saat sedang asyik bercanda, Yaya sengaja memotret Dria yang saat itu hanya mengnakan pakaian renang, dan ternyata seminggu kemudian Prezious geger dengan foto panas Dria, sekolah pun mengambil tindakan tegas dengan mengeluarkan Dria. Akhirnya Dria bertengkar hebat dengan Yaya yang tega menyebarkan foto pribadinya itu, Dria pun sangat menyesal dengan ingkah lakunya selama ini yang hanya bersenang-senang tanpa pernah memperdulikan pendidikan. Kakaknya pun yang mendengar berita Dria, hanya bisa menyesal karena tak pernah memperhatikan tingkah laku adiknya itu. Selama tak menempuh pendidikan, Dria lebih memilih untuk menyepi meninggalkan segala kehidupan kotanya. Dan memilih untuk menemani sang bunda di desa. Serta mendekatkan dirinya pada mama tercinanya itu.
Yaya yang selama ini selalu menutupi keburukan ibunya, akhirnya menyesal denga prbuatan nya itu. Arena dengan erbuatannya itu, sang mama tega meninggalkan ayahnya yang sedang mendekam di penjara demi lelaki lain yang lebih kaya. Sampai suatu ketika, Lesya berniat untuk kembali ke rumahnya, tetapi diujung gang ia bertemu dengan Ferro yang segera menyuruhnya untuk masuk ke dalam mobil lelaki tampan itu. Dan ternyata Lesya hanya diperdaya dan tak sadarkan diri akibat pengaruh alcohol, saat sudah sadar ia terkejut dengan keadaan dirinya yang tak dilindungi oleh sehelai kain pun ditubuhnya.
Menghadapi masalah-masalah iu, membuat Lesya merasa stress berat. Tetapi akibat masalah-masalah itu juga, teman-teamn Lesya juga orang tuanya yang elah mengetahui keadaan Lesya menjadi tersadar akan semua kesalahan yang telah mereka perbuat sampai Lesya pun menjadi korbannya.
Anggri yang mania sex pun sekarang telah berubah menjadi cewek baik-baik, Dria yang putus sekolah lebih memilih untuk mendekatkan dirinya pada sang bunda yang dihantui dengan kesepian, sedang Yaya lebih memilih untuk menemani ayahnya dan mencuruhkan segenap perhaiannya pada sang ayah tercinta dibandingkan mengikuti mamanya yang lebih memilih lelaki lain daripada mengurusi ayahnya yang mendekam di penjara.
Beberapa bulan kemudian, mereak berkumpul dirumah Lesya, dan berbincang-bincang. Akhirnya mereka menyadari bahwa yang dilakukan selama ini, semuanya SALAH. Mereka pun berniat untuk menjadi remaja yang paling baik diantara demua remaja yang ada, dan mengatakan NO pada dunia malam yang selama ini membuat kehidupan mereka hancur.




Komentar Terakhir