Kucing Di Tengah Dara

IDENTITAS BUKU

kucing-di-tengah-burung-daraJudul buku : Kucing Di Tengah Dara
Pengarang : Agatha Christie
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : pertama; Jakarta, Juni 1986
Jumlah halaman : 358 halaman
Diresensi oleh Ruthadaning Inayati
SINOPSIS
“Pembunuhan di Pavilyun Olahraga”

Sehari sebelum terjadi revolusi di Ramat, sebuah peristiwa penting terjadi di salah satu ruang di Istana Ramat. Pangeran Ali Yusuf, penguasa Ramat ang masih muda, memberikan sebuah bungkusan kepada sahabat sekaligus pilot pribadinya, Bob Rawlinson, yang sangat dipercayainya. Bungkusan tersebut berisi permata bernilai tiga perempat juta pound. Beliau berpesan kapada Bob agar secepatnya mengeluarkan permata-permata itu dari Ramat. Beliau juga meminta Bob untuk membawanya pergi dari Ramat.
Di hari pecahnya revolusi, Bob Rawlinson berusah membawa Pangeran Ali Yusuf keluar dari Ramat. Namun pesawat yang mereka naiki tak pernah kembali. Beberapa hari kemudian, bangkai pesawat tersebut ditemukan di Pegunungan Arolez bersama 2 jenasah penumpangnya. Media dan polisi pun gencar mencari sebab jatuhnya pesawat tersebut. Diduga ada pihak yang menyabotase keadaan pesawat.
Sementara itu di lain waktu dan tempat, Nyonya Shutclife dan anak gadisnya baru saja tiba di London. Mereka dipulangkan dari Ramatdi harimeletusnya revolusi. Namun ada yang mengintai perjalanan mereka karena diduga permata-permata itu telah disembunyikan di antara barang-barang Nyonya Shutclife, kakak Bob Rawlinson sendiri. Ada yang membongkar barang-barang mereka keesokan harinya. Tetapi rupanya apa yang orang itu cari tidak ditemukan.
Nyonya Shutclife memiliki seorang anak perempuan bernama Jennifer Shutclife yang akan disekolahkan di sebuah sekolah wanita termegah dan terhormat di Inggris, Meadowbank. Yang berekolah di sana adalah anak-anak wanita dari orang-orang kaya dan para bangsawan. Bu Bulstrode, sang kepala sekolah, berhasil mengembangkan sekolah tersebut bersama rekannya, Bu Chadwick.
Awal semester yang menyenagkan di Meadowbank terusik dengan adanya sebuah pembunuhan seorang guru olahraga di Pavilyun Olahraga Meadowbank. Bu Springer telah ditembak dan meninggal seketika. Bu Johnson dan Bu Chadwick adalah orang pertama yang menemukan jenasahnya. Kepolisian segera mencari informasi dari Bu Johnson yang masih histeris serta dari semua warga sekolah. Mereka menanyai siapa saja untuk dimintai keterangan. Setelah hampir satu bulan belum juga didapatkan kepastian siapa pembunuh Bu Springer, kasus tersebut ditutup.
Kegiatan belajar mengajar berjalan kembali. Akhir pekan yang pertama, para siswi diperbolehkan menikmati liburan bersama orang tuanya. Sekali lagi peristiwa buruk menimpa sekolah tersebut. Penculikan seorang siswi bernama Shaista, sepupu Almarhum Pangeran Ali Yusuf terjadi. Penculikan tersebut dikait-kaitkan dengan keberadaan permata-permata itu. Dan sebuah pembunuhan seorang ibu guru terjadi lagi. Yang terbunuh adalah Bu Vansittart di Pavilyun Olahraga. Beliau dipukul kepalanya dengan karung berisi pasir higga meninggal. Semua kejadian tersebut membuat para orang tua berniat untuk membawa putri mereka dari sekolah tersebut.
Seorang siswi cerdas bernama Julia Upjohn merasa ada suatu keganjilan denga Pavilyun Olahraga. Kenapa semua pembunuhan terjadi di situApa yang pembunuh itu cari di tempat tersebut, pikirnya. Akhirnya ia sampai pada kesimpulan bahwa sang pembunuh pasti mencari raket miliknya. Hal itu karena suatu kejadian dimana Jennifer, temannya, suatu hari kedatangan seorang wanita asing yang meminta raket tua miliki Jennifer untuk ditukar dengan raket yang baru. Apa yang wanita itu inginkan dari sebuah raket tuaWanita itu pasti belum tahu bahwa sebelumnya Julia dan Jennifer telah saling bertukar raekt. Hingga suatu malam Julia membungkar gagang raket itu dan menemukan permata-permata itu tesembunyi di sana.
Julia memutuskan untuk menyerahkan permata-permata itu kepada seorang detektif bernama Hercule Poirot dan memintanya untuk mengungkap segala kasus pembuuhan itu. Jadilah semua kasus itu ditangani oleh Poirot. Di seorang detektif hebat. Belum satu bulan kejadian-kejadian itu telah terungkap. Pelakunya tenyata adalah Ann Shapland, sekretaris Bu Bulstrode sendiri. Ann Shapland dikenali oleh Nyonya Julia Upjohn, ibu Julia, sebagai orang yang pernah bekerja di Dinas Intelijen sudah tentu pekerjaanya adalah mencari informasi dan dia tertarik pada permata-permata itu.
Ann Shapland ditangkap karena tuduhan membunuh Bu Springer dan Bu Blanche. Sementara Bu Vansittart dibunuh olah Bu Chadwick yang tak rela jika Bu Vansittart menjadi pengganti Bu Bustode. Kini permata-permata ituaman di tangan ahli warisnya.
KELEBIHAN

  • Alur ceritanya menarik dan mampu membuat penasaran para pembaca.
  • Bahasa yang digunakan mudah dimengerti.
  • Antiklimaks yanga bagus dan mendebarkan.
KEKURANGAN

  • Tampilan kover kurang menarik.
  • Terlalu banyak tokoh sehingga namanya susah diingat.
KEBERMANFAATAN

  • Hiburan yang menarik bagi seseorang yang suka misteri dan tantangan.
  • Mengajarkan pada pembaca agar tidak mudah gelap mata karena harta.
  • Memberikan contoh bahwa wanita pun bisa menjadi seorang pemimpin yang bijaksana seperti Bu Bulstrode.
  1. Belum ada komentar.
  1. Belum ada trackback.