Masih Ada Kereta Yang Akan Lewat
IDENTITAS BUKU
Judul : Masih Ada Kereta Yang Akan LewatPengarang : Mira W.
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbitan : 1982
Ukuran Buku : 18 cm x 11 cm
Tebal Buku : 244 halaman
Desain Sampul : Stephanus Herwinoto
Diresensi oleh Shelvi Novianita
SINOPSIS
“Jangan Bersedih!”
Cinta adalah anugerah Tuhan. Ketika cinta datang, tidak akan ada seorang pun yang mampu menolak kehadirannya. Namun cinta juga merupakan titipan Tuhan. Ketika cinta itu harus pergi, tiada satu orang pun yang kuasa mencegahnya. Pahit dan menyakitkan memang! Ada pepatah yang mengatakan, “ Jika kamu telah siap untuk jatuh cinta, maka bersiaplah pula untuk jatuh karena cinta”. ‘Jatuh karena cinta’ berlaku relatif pada setiap orang. Jatuh karena cinta dapat berarti suatu keadaaan di mana seseorang terpuruk, menderita karena cinta. Di sisi lain, jatuh karena cinta dapat berarti pula suatu kondisi di mana seseorang dengan segala upayanya berjuang demi meraih cinta dari seseorang yang dikasihinya, tidak perduli berapa kali ia harus jatuh bangun karena perjuangan cintanya itu. Cinta memang pelik. Cinta ibarat pisau bermata dua yang mampu mendatangkan suatu kebahagiaan yang teramat, namun di bagian sisi yang lain, juga mampu menggoreskan luka yang perih.
Jika cinta telah menjelma menjadi suatu masalah yang kompleks, lantas masihkan kita berani untuk merasakan dan memiliki cinta? “Jangan takut jatuh cinta!”. Pepatah cinta yang satu ini benar adanya, sebab cinta merupakan suatu kebutuhan. Meskipun ada seseorang yang selalu berusaha untuk tidak jatuh cinta, tapi ketika ia merasa sepi di tengah lika-liku kehidupannya, mampukah ia menolak kehadiran cinta? Jawabannya, pasti tidak akan mampu! Ingin bukti?
Arini sungguh amat bersyukur memiliki seorang sahabat sebaik Ira. Jika bukan karena kebaikan dan keperdulian Ira, tentunya ia tidak akan pernah mengenal Helmi. Arini sangat terpesona dengan ketampanan dan wibawa Helmi. Ia bagaikan penjelmaan pangeran dalam mimpi Arini selama ini.
Dua bulan lamanya Arini dan Helmi menjalani masa penjajakan. Hingga akhinya mereka pun terikat dalan sebuah maghligai pernikahan. Selama dua pekan Arini dan Helmi menghabiskan waktu mereka di Paris. Yach, Paris traveling merupakan kado pernikahan dari Hadi, suami Ira. Keindahan Paris menjadi saksi kelembutan dan kehangatan sikap Helmi pada Arini.
Kebahagian Arini mulai lenyap ketika dirinya dan Helmi kembali tiba di Indonesia. Helmi lebih sering menghabiskan waktunya untuk lembur di kantor dibandingkan menemani Arini di rumah. Hal ini tentu saja membuat Arini jemu. Tapi Arini tetap berusaha bertahan. Ia teramat sangat menghormati dan mencintai suaminya. Suatu hari, Arini mendatangi kantor Helmi untuk mengabarkan kalau dirinya tengah hamil. Namun, orang yang dicintainya tiada ia jumpai di sana. Entah mengapa, “ rumah Ira “ terlintas begitu saja dalam benaknya. Arini pun segera bergegas menuju rumah sahabat terbaiknya itu. Akan tetapi, suatu kenyataan pahit yang Arini temui di sana. Helmi dan Ira tengah berpelukan mesra di dalam sebuah kamar!
“Oh Tuhan, mimpikah aku ? Benarkah mereka berdua adalah orang yang sangat aku sayangi dan cintai selama ini ? Lantas, apa yang telah mereka lakukan padaku ? Mereka menusukku dari belakang!”
Hati Arini hancur berkeping-keping saat Ira mengakui bahwa dirinya sengaja membujuk Helmi untuk menikah dengan Arini agar perselingkuhan mereka berdua tidak dicurigai oleh Hadi. Arini pun memutuskan untuk pergi meninggalkan Helmi dan Ira sejauh mungkin. Setelah anak yang dikandungnya lahir, Arini menyerahkan anak itu pada Helmi. Dan mereka pun bercerai.
Kini, Arini memulai hidup barunya di Jerman. Kantor tempat ia bekerja mengirimnya ke sana untuk mengambil marketing management di Stuttgart. Di Jerman, di kabin penumpang kereta kelas satu, Arini bertemu dengan Nick, lelaki asal Indonesia yang sepuluh tahun lebih muda dari dirinya. Nick adalah mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di London, yang tengah menghabiskan masa liburannya dengan berkeliling Eropa. Semenjak kehadiran Nick, hidup Arini mulai berwarna kembali. Nick tidak segan mengungkapkan rasa tertariknya pada Arini. Tapi Arini tidak pernah menggubrisnya. Bagi Arini, Nick lebih cocok menjadi anaknya dibandingkan menjabat sebagai seorang kekasih.
Setelah berhasil meraih gelar impiannya, Arini kembali ke tanah air. Jabatan sebagai Marketing Manager telah menunggu. Di saat Arini menikmati masa bahagianya sebagai Marketing Manager, bayang-bayang masa lalunya kembali menghantui. Yah, kini ia harus menerima kalau bekas suaminya, Helmi, adalah bawahannya. Sebenarnya mudah saja jika Arini ingin membalas sakit hatinya pada Helmi. Hanya dengan satu tanda tangan, Helmi bisa Arini pecat dari kantor itu. Namun hati kecil Arini tidak mengijinkan ia melakukannya.
Beberapa minggu berada dalam satu atap kantor bersama Helmi membuat Arini akhirnya tahu bahwa bekas suaminya itu sering menyelewengkan uang perusahaan. Sungguh suatu perbuatan memalukan yang tidak bisa dimaafkan. Arini kecewa terhadap kinerja Helmi. Arini berniat akan melaporkan Helmi pada atasannya, agar Helmi dan Ira, yang kini telah resmi menjadi suami istri itu, kena batunya.
Di saat pikiran Arini galau karena memikirkan masalah penggelapan uang yang dilakukan Helmi, Nick hadir kembali. Nick sengaja menyusul Arini ke Indonesia. Arini sangat bahagia. Banyak waktu yang ia habiskan bersama dengan Nick.
Suatu malam, Helmi meminta Arini untuk rela memberikan satu ginjalnya pada Ella , anak yang dulu ia berikan pada Helmi. Arini pun menjalani operasi pencangkokan ginjal. Nick tidak bisa menemani Arini melalui masa operasinya karena harus kembali ke London.
Setelah operasi pencangkokan ginjal dilakukan, Arini berharap Helmi akan memberikan Ella padanya. Tapi, Ella lebih mengenal Ira sebagai ibunya. Bukan Arini. Akhirnya Arini memutuskan untuk menyusul Nick ke London. Di sana Arini dan Nick memulai hidup baru mereka sebagai suami-istri.
KELEBIHAN, KEKURANGAN, DAN KEBERMANFAATAN
Sungguh suatu kisah cinta yang pelik. Di saat cinta itu hadir bersama dengan seseorang yang tidak pernah kita terpikirkan sebelumnya, di saat itulah kita ragu untuk mengakui keberadaan cinta. Mengapa harus malu untuk mengaku cinta? Bukankah cinta itu adalah anugerah? Mira W. (penulis yang telah banyak menulis novel-novel populer seperti Cinta Tak melantunkan Sesal, Mahligai Di Atas Pasir, Di Balik Jendela SMA, dan puluhan novel lainnya) dengan piawai mendeskripsikan perasaan serta perang batin yang dirasakan Arini ketika jatuh hati pada Nick, pemuda yang berumur sepuluh tahun lebih muda darinya. Kisah cinta Arini dan Nick, bukanlah suatu kisah yang tidak mungkin terjadi dalam kehidupan nyata. Mungkin saja kisah cinta yang serupa dengan kisah ini benar-benar terjadi atau ada dalam lingkungan sekitar kita. Inilah kelebihan yang dimiliki “Masih Ada Kerteta Yang Akan Lewat”. Cerita yang disajikan fresh, menarik, dan tidak sekedar fiktif.
Lantas, bagaimana dengan kelemahan atau kekurangan novel? Penulis terkesan tidak konsisten mendeskripsikan karakter tokoh Arini. Tokoh Arini digambarkan sebagai tokoh yang baik, lembut, serta berpendirian kuat. Ia sangat memegang teguh amanat dari sang ibu yang mewajibkannya untuk patuh dan hormat pada suami. Namun di saat ia harus merasakan sakit karena pengkhianatan suami dan sahabatnya, Arini terpuruk dan kalap. Bahkan ia sangat membenci janin yang tengah dikandungnya. Setelah bayi itu lahir, Arini pun menyerahkannya pada Helmi. Benarkah seorang ibu yang pada dasarnya bersifat baik dan lembut seperti Arini tega membuang bayinya? Dan setelah bayi itu tumbuh menjadi seorang anak manis, Arini berkeinginan untuk memilikinya kembali. Seegois itukah seorang Arini? Jika penulis ingin menjadikan Ella, anak Arini sebagai senjata untuk mempertemukan kembali Arini dengan Helmi dan Ira, sebaiknya penulis memilih jalan cerita lain agar karakter Arini yang baik dan lembut tidak terkontaminasi oleh sikap Arini yang gegabah dengan menyerahkan anaknya pada Helmi.
Banyak yang mengatakan bahwa novel lama atau novel yang beredar di tahun delapan puluhan merupakan novel yang membosankan untuk dibaca. Siapa bilang? Buktinya, novel ini mampu membuat konsumen betah untuk membaca karena merasa penasaran akan akhir cerita. Disamping itu, novel ini memberikan beberapa pelajaran yang bermanfaat untuk kita, anatara lain: pertama, memberikan pesan pada kita bahwa perselingkuhan merupakan suatu kesalahan besar yang akhirnya akan membawa pada sebuah penyesalan dan penderitaan diri sendiri dan orang lain, dan persahabatan itu berharga mahal sehingga tidak pantas untuk dikotori dengan sebuah pengkhianatan; kedua, memberikan inspirasi pada kita untuk menjadi orang yang tegar dalam menghadapi permasalahan hidup, menjadi orang yang tidak pernah berputus asa sebab disetiap kesulitan pasti ada kemudahan, serta menjadi orang yang pemaaf meski kita pernah disakiti oleh orang yang sangat kita percayai sekali pun.
Kini kita telah mengetahui bahwa pepatah “jangan takut jatuh cinta!” terbukti kebenarannya. Tidak akan ada seorang pun yang mampu hidup tanpa cinta, sebab kembali pada argumen pertama kita, yaitu cinta merupakan suatu kebutuhan. Tapi jika cinta itu memang harus pergi karena sesuatu, ikhlaskanlah bersama dengan segenap upaya yang telah kita lakukan untuk mempertahankannya. Jangan bersedih karena kita telah kehilangan ‘sesuatu’ sebab dengan hilangnya ‘sesuatu’ itu, akan datang sesuatu yang baru. Jika ada yang mati, pasti akan ada yang hidup di lain sisi.
Membaca utuh novel “Masih Ada Kereta Yang Akan Lewat “ ini tidak akan merugi. Mengingat banyaknya pelajaran yang bermanfaat yang dapat kita peroleh darinya.




HA ha ha hah aaa ternyata nggak menarik seperti yang digembar-gemborkan kakak-kakakku pada jamannya itu. Sinetron sekalih
menikahnya bukan di london tapi di indonesia dan orang tua nick tidak menyetujuinya. setahu ku